Blog Archive
- Back to Home »
- PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Posted by : Unknown
Selasa, 03 Maret 2015
Teori Perkembangan Kepribadian Menurut Sigmund Freud
Freud
dipandang sebagai teoritisi psikologis pertama yang memfokuskan
perhatiannya kepada perkembangan kepribadian. Freud mengartikan
perkembangan kepribadian sebagai cara seseorang belajar tentang
cara-cara baru untuk mereduksi ketegangan dan memperoleh kepuasan.
Sumber dari ketegangan yaitu: perubahan fisik, frustasi, konflik, dan
ancaman.
Freud
merupakan psikolog pertama yang menekankan aspek-aspek perkembangan
kepribadian dan terutama menekankan peranan menentukan dari tahun-tahun
awal masa bayi dan kanak-kanak dalam meletakkan struktur watak dasar
sang pribadi. Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap empat
sumber tegangan pokok, yakni : (1) proses-proses pertumbuhan fisiologis
(2) frustasi-frustasi (3) konflik-konflik (4) ancaman-ancaman.
Teori
psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia
terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah
yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis,
energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id,
Ego dan Super Ego.
Id merupakan
bagian paling primitif dalam kepribadian dan dari sinilah nanti Ego dan
Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan
menghindari yang tidak menyenangkan.
Ego merupakan
bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional
berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara
realistis, yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan
yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.
Super Ego merupakan
gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua
dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani
seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau
salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.
Menurut
Freud fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang
disebut libido. Libido insting kehidupan yang bersifat seksual yang ada
sejak manusia lahir. Ada 6 fase yang membagi perkembangan manusia
menurut Freud:
Fase oral (0-1 tahun) :
Disini anak mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dengan berorientasi
pada mulut. Kontak sosial lebih bersifat fisik seperti menyusui. Peran
sosial biasanya dipegang oleh ibu. Pada fase ini bayi merasa dipuaskan
dengan makan dan menyusui dan terjadi kelekatan dan hubungan yang
emosional antara anak dan ibu.
Fase anal (1–3 tahun) :
Pada fase ini kenikmatan berpusat didaerah anus, seperti saat buang air
besar. Inilah saat untuk mengajarkan disiplin pada anak. Pada fase ini
balita merasa puas dapat melakukan aktivitas buang air besar dan buang
air kecil. Fase ini dikenal pula sebagai periode "toilet training". Pada
fase ini seringkali orang tua merasa direpotkan dengan perilaku balita
yang suka buang air sembarangan tanpa memperhatikan waktu dan tempat,
sehingga seringkali orang tua menjadi keras ke anaknya dan membuat anak
tersebut menjadi gagal melewati fase ini.
Fase falik (3–5 tahun) :
Pusat kepuasan pada fase ini adalah alat kelamin. Anak mulai tertarik
pada perbedaan anatomis laki-laki dan perempuan, dan biasanya difigurkan
oleh ayah dan ibu. Freud juga mengemukakan pada fase ini tentang
masalah Oedipus dan Electra complex tentang kelekatan anak laki-laki
kepada ibunya dan juga ada teori tentang "penis envy" dan ini terjadi
pada anak perempuan dimana anak perempuan ini akan dekat kepada
bapaknya.
Peride laten (5–12 tahun) :
Merupakan masa tenang dimana anak mulai mengembangkan kemampuan motorik
dan kognitifnya. Anak mulai mencoba menekan rasa takut dan cemas. Anak
mulai mencari figur ideal saat ia dewasa, homoseksual alami mulai bisa
terlihat pada masa ini. Fase ini adalah fase yang terpanjang,
berlangsung pada saat umur 6 tahun sampai usia 12 tahun atau usia
pubertas. Pada saat ini seorang anak dipengaruhi oleh aktivitas sekolah,
teman-teman dan hobinya. Kegagalan pada fase ini akan menyebabkan
kepribadian yang kurang bersosialisasi dengan lingkungannya.
Fase genital ( > 12 tahun ) :
Tahap kematangan pada alat reproduksi, pusat kepuasaan berada di daerah
kelamin. Disini libido mulai diarahkan untuk hubungan heteroseksual.
Dan mulai merasakan cinta kepada lawan jenis. Fase ini berlangsung pada
usia 12 tahun atau usia dimulainya pubertas sampai dengan umur 18 tahun,
dimana anak mulai menyukai lawan jenis dan melakukan hubungan
percintaan lewat berpacaran. Dan pada masa ini pula seorang anak akan
mulai melepas diri dari orangtuanya dan belajar untuk bertanggung jawab
akan dirinya.
Teori Perkembangan Kepribadian Menurut Erik Erikson
Erikson
mengatakan bahwa perkembangan itu memiliki prisip epigenetik. Teori
Erikson ini mendasarkan teori pada libido. Maka dari itu teori ini
sangat dipengaruhi oleh psikoanalisa Freud. Disini yang dikembangkan
adalah konflik yang terjadi di dalam perkembangan seseorang. Konflik
yang timbul ini akan menimbulkan krisis. Apabila krisis yang terjadi
tidak dapat terselesaikan, maka akan mempengaruhi perkembangan individu.
Menurut Erikson krisis disini bukanlah suatu yang buruk, tetapi
merupakan titik tolak perkembangan psikososial Erikson yang dibagi
menjadi delapan tahap:
Developmental Stage
|
Basic Components
|
Infancy (0-1 thn)
Early childhood (1-3 thn)
Preschool age (4-5 thn)
School age (6-11 thn)
Adolescence (12-10 thn)
Young adulthood ( 21-40 thn)
Adulthood (41-65 thn)
Senescence (+65 thn)
|
Trust vs Mistrust
Autonomy vs Shame, Doubt
Initiative vs Guilt
Industry vs Inferiority
Identity vs Identity Confusion
Intimacy vs Isolation
Generativity vs Stagnation
Ego Integrity vs Despair
|
1. Basic Trust vs Basic Mistrust (Kepercayaan Dasar Vs Kecurigaan Dasar) Usia 0-1th
Pada tahap
kepercayaan dasar yang paling awal ini terbentuk selama tahap
sensorik-oral dan di tunjukkan oleh bayi lewat kapasitasnya tidur dengan
tenang dan makan dengan nyaman. Kebutuhan akan rasa aman dan
ketidakberdayaan menyebabkan konflik yang dialami oleh anak dalam tahap
ini adalah kepercayaan. Bila rasa aman terpenuhi, maka akan berkembang
pula kepercayaan nya pada lingkungan. Dan sebaliknya bila terganggu
dengan lingkungan, maka akan sulit untuk mengembangkan kepercayaan. Pada
tahap ini ibu memegang peranan penting.
2. Autonomy vs Shame & Doubt (Otonomi Vs Perasaan Malu dan Keragu-raguan) Usia 2-3th
Pada tahap
kedua ini terjadi tahap muscular-anal dalam skema psikososial. Pada masa
ini organ dan fungsi tubuh sudah mulai masak dan terkoordinasi, anak
dapat melakukan gerakan secara lebih bervariasi. Dan karena itu konflik
yang dihadapi pada masa ini lebih kepada pengakuan, pujian untuk
mengembangkan percaya diri. Kedua orang tua memegang peranan penting
pada masa ini.
3. Initiative vs Guilt (Inisiatif Vs Rasa Bersalah) Usia 3-6th
Pada tahap
ini anak sudah mulai berinisiatif atau memiliki perasaan bebas untuk
melakukan sesuatu. Tapi bila dia mengembangkan keraguan sebelumnya, maka
yang akan berkembang malah rasa bersalahnya.
4. Industry vs Inferiority (Kerajinan Vs Inferioritas) Usia 6-11th
Pada tahap
ini anak mulai dapat berfikir logis dan sudah mulai bersekolah. Konflik
yang dihadapi pada masa ini adalah perasaan sebagai seorang yang mampu
atau perasaan rendah diri. Bila ia mengembangkan kemampuannya maka akan
berkembang pula gairah untuk lebih produktif.
5. Identity vs Role Confusion (Identitas Vs Kekacauan Identitas) Mulai Usia 12th
Pada tahap
ini anak lebih dihadapkan pada tutuntan untuk lebih mengenal dirinya
dimana dia sudah mulai harus memikirkan masa depannya. Konflik yang
dihadapi adalah perasaan menemukan jati dirinya atau malah kekaburan
diri.
6. Intimacy vs Isolation (Keintiman Vs Isolasi) Mulai Usia Dewasa Awal
Pada tahap
ini individu sudah mulai mencari pasangan hidup. Konflik yang dihadapi
pada masa ini tentunya adalah kesiapan untuk berhubungn dengan orang
lain. Seseorang yang telah melewati tahap ini akan mendapatkan perasaan
kemesraan dan keintiman.
7. Generativity vs Self-absorbtion (Generativitas Vs Stagnasi) Usia Dewasa
Pada tahap
ini konflik atau krisis yang dihadapi adalah dimana muncul perasaan
tuntutan untuk membantu orang lain diluar keluarganya, seperti
masyarakat umum. Pada tahap ini pengalaman yang dapat mempengaruhi
kemampuannya untuk berbuat sesuatu di masyarakat.
8. Ego Integrity vs Despair (Integritas Vs Keputusasaan) Usia Dewasa Akhir
Pada masa
ini seseorang akan mulai menengok masa lalu. Prestasi dan segala sesuatu
yang didapat dimasa lalu akan menghasilkan kepuasan. Dan apabila apa
yang diraih pada masa lalu tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka
akan menimbulkan rasa kecewa.
Teori Perkembangan Kepribadian Menurut Gordon W. Allport
Teori Gordon
W. Allport menyatakan bahwa kepribadian manusia akan berubah-ubah
mengikuti fase perkembangan yang sedang dilaluinya. Secara umum teori
Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia, teori Allport
itu telah membantu manusia untuk melihat diri sendiri sebagai mahkluk
yang baik dan penuh harapan. Memandang satu pribadi positif dan apa
adanya merupakan salah satu definisi pribadi sehat, inilah kelebihan dan
kekuasan dari teori Allport. Kepribadian manusia menurut Allport adalah
organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang
turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan
diri dengan lingkungannya. Dalam teori Allport juga memandang bahwa
kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang,
dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini
sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
1. Ekstensi sense of self.
- Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
- Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
- Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain
Kapasitas
intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion
(pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap
orang)
3. Penerimaan diri
Kemampuan
untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus
(misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol
diri, presan proporsional.
4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan
memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam
penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang
dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri,
atau tingkah laku lain yang merusak.
5. Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan
diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor
tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara
positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan
orang lain.
6. Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.
Allport
melihat bahwa anak yang baru lahir sebagai seorang ciptaan keturunan,
hanya memiliki dorongan primitif, dan tingkah laku reflek, tidak
memiliki kepribadian tapi memiliki potensi yang akan terpenuhi atau
terbentuk pada saat pertumbahan dan pematangannya. Dalam Perkembangan
Proprium Allport membagi dalam beberapa tahap sebagai berikut:
1) 0-3 tahun :
Pembanguanan
keadaran diri : sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan
identitas diri berkelanjutan kesadaran sebagai subjek yang berkembang.
Dalam hal ini bahasa menjadi faktor yang penting. Harga diri atau
kebanggaan sebagai periode terakhir dimana anak ingin melakukan sesuatu,
membuatnya terwujud, dan mengontrol dunianya.
2) 4-6 tahun:
Perluasan
diri dan gambaran diri. Dalam perluasan diri, perasaan keterhubungan
dengan orang-orang dan hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi
anak dan lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat penting. Muncul
perasaan lingkuangan tersebut adalah bagian dirinya. Gambaran diri
terkait dengan penanaman-penanaman nilai, tangung jawab moral, intensi,
tujuan dan pengetahuan diri yang akan berperan mencolok dalam
kepribadiannya kelak.
3) 6-12 tahun:
Kesadaran
diri. Pengenalan kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan
alasan dan gagasan karena anak bergerak dari lingkungan keluarga ke
masyarakat.
4) Remaja
Propriate
striving, pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi,
long-range purposes, distant goals. Persoalan utama berkaitan dengan
identitas, ”apakah saya seorang anak atau dewasa?”
5) Kedewasaan
Menurut
Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah
sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing
tingkahlaku menurut prinsip otonomi fungsional.
Fase perkembangan Kepribadian menurut Allport adalah :
1. Masa Anak – Anak
Masa ini
dimulai dari masa neonatus yang menjadi awal perkembangan dari
kepribadian anak. Pada masa perkembangan ini anak mulai bisa melakukan
gerakan refleks yang belum bisa dibedakan. Ekspresi emosi anak pada masa
ini cenderung monoton dan akan mengalami perkembangan sesuai dengan
masa yang dilewatinya.
2. Masa Transformasi Anak – Anak
Pada masa ini, perkembangan kepribadian seseoarang akan terlihat dari :
- diferensiasi
- integrasi
- pematangan
- belajar
- kesadaran (sugesti) dan harga diri
- inferioritas ataupun kompensansi
- mekanisme psikoanalitis
- otonomi fungsional
- reorintasi mendadak trauma
- objektivitas
- insting
- humor
- pandangan hidup
3. Masa Dewasa
Merupakan
masa terpenting dalam perkembangan kepribadian seseorang. Masa – masa
ini sangat menentukan bentuk kepribadian seseorang melalui tingkah laku
yang ditujukannya.
Menurut Allport, seseorang dikatakan dewasa, jika :
mulai bisa memproyeksikan kebutuhannya tidak hanya untuk masa sekarang tapi untuk masa yang akan datang (extension self)
mulai
mengenal apa yang diinginkannya dan yang menjadi kebutuhannya serta
mengerti akan hal – hal yang bisa memberikan kesenangan pada dirinya
(insight & humor)
mengerti arti dan tujuan hidup yang dijalaninya, mulai memiliki pandangan hidup atau filsafat hidup yang terus dipertahankan.
Pada masa perkembangan kepribadian, unsur religius menjadi unsur yang sangat penting untuk membentuk kepribadian seseorang.
